Untuk kamu orang tua dari anak balita, pernah merasa anak menjadi lebih ceroboh, sulit fokus, takut tekstur atau suara tertentu, rewel, motorik kasar dan motorik halus lemah, hingga perilaku sensory seeking seperti melompat terus-menerus? Ini merupakan ciri anak yang kurang sensory play sehingga sering menunjukkan gejala gangguan pemrosesan sensorik.
Jika kurang sensory play, bisa berefek pada anak menjadi sangat sensitif (hipersensitif) atau kurang sensitif (hiposensitif) terhadap rangsangan. Lalu apa itu sensory play dan mengapa bisa memberi efek baik pada tumbuh kembang anak?
Apa itu Sensory Play?
Sensory play merupakan aktivitas bermain yang merangsang indra anak, mulai dari sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, hingga kemampuan keseimbangan dan gerakan tubuh. Di usia balita, ketika perkembangan otak berlangsung sangat cepat, sensory play membantu membangun jutaan koneksi saraf yang berperan penting dalam kemampuan belajar, koordinasi, bahasa, hingga regulasi emosi di masa depan.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu membutuhkan mainan mahal atau alat yang rumit. Banyak aktivitas sensory play yang bisa dilakukan dengan benda-benda sederhana di rumah. Berikut beberapa ide sensory play yang bisa kamu coba bersama si kecil.
- Bermain Beras atau Pasta Berwarna
Siapkan sebuah wadah plastik, lalu isi dengan beras warna-warni, pasta kering, kacang-kacangan, atau pom-pom. Tambahkan sendok, gelas kecil, mangkuk, atau mainan mini agar anak bisa mengeksplorasi. Saat anak menuang, menyendok, atau menggali isi wadah, mereka sedang melatih motorik halus, koordinasi tangan dan mata, fokus dan konsentrasi, konsep dasar matematika seperti penuh-kosong dan perbandingan. Pastikan tetap dalam pengawasan, terutama untuk anak balita yang masih suka memasukkan benda ke mulut.
- Bermain Air
Hampir semua balita menyukai air, oleh karena itu kamu bisa membuat area bermain sederhana menggunakan gelas plastik, mangkuk kecil, sendok takar, corong, spons, dan mainan yang bisa mengapung. Saat menuang, memeras, dan memindahkan air, anak belajar tentang sebab-akibat sekaligus memperkuat otot tangan mereka. Agar lebih menarik, kamu bisa menambahkan busa atau sedikit pewarna makanan.
- Bermain dengan Play Dough
Lembut, kenyal, dan bisa dibentuk sesuka hati, play dough adalah salah satu alat sensory play terbaik untuk toddler. Melalui aktivitas ini, biarkan anak menggulung, meremas, menekan, memotong dengan alat plastik yang aman, membentuk berbagai objek sederhana. Aktivitas ini membantu memperkuat otot-otot kecil pada tangan yang nantinya dibutuhkan untuk menulis, makan sendiri, dan memakai pakaian.
- Jalan Santai Sambil Eksplorasi Alam
Ajak balita berjalan di taman, halaman rumah, atau area terbuka, lalu biarkan mereka merasakan dan memperhatikan berbagai hal di sekitar, seperti rumput yang lembut, kulit pohon yang kasar, batu yang halus, daun kering yang renyah, suara burung, aroma bunga atau tanah setelah hujan. Alam menawarkan pengalaman sensorik yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh mainan.
Jangan Takut Kotor, Bersihkan dengan Asepso Original Body Wash
Saat anak bermain sensory play, biarkan dia explore sesukanya meski beberapa kegiatan sensory play menyebabkan kotor. Kamu bisa menyediakan Asepso Original Body Wash yang bisa digunakan untuk membersihkan anak setelah bermain sensory. Asepso Original Body Wash aman untuk anak-anak karena mengandung antibakteri dan ekstrak alami lidah buaya (aloe vera) untuk membuat kulit bersih, segar, dan lembut setelah mandi.